Menurut Sugiyono, (2008:82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seorang peneliti mengambil data siswa ”X” yang dipelukan seperti:
1.Seorang anak yang mempunyai citra diri yang sangat buruk dan sangat dipengaruhi oleh kegagalannya pasti membutuhkan penghargaan
2.Seorang anak yang takut mencoba hal-hal yang baru, takut menerima tantangan dan sulit melakukan kegiatan yang melelahkan, mungkin akan lebih bersemangat bila diberikan penghargaan
3.Seorang anak yang sangat manja dan takut melakukan tugasnya sendirian perlu diberikan penghargaan jika dia ternyata mampu
4.Seorang anak yang merasa kecewa kaena selalu dibandingkan dengan saudaranya yang lebih pintar, lebih rajin, lebih mandiri dan lebih aktif, perlu diberikan penghargaan agar dia merasa mampu untuk berhasil
5.Seorang anak yang sering memperlihatkan citra diri yang negative atau perasaan takut yang berlebihan dengan mengatakan hal-hal seperti “Saya tidak dapat melakukannya” dan “Saya selalu gagal” adalah anak yang mungkin membutuhkan penghargaan
6.Seorang anak yang mengalami gangguan fisik, motorik atau orrganik dank arena kesulitan semacam itu sering mengalami kegagaln dibandingkan anak lainnya yang sebaya dengannya, perlu diberikan tugas yang sesuai dengan kebutuhannya yang khas dan juga perlu diberikan penghargaan atas keberhasilannya dalam melaksanakan tugasnya.
a.Teguran lisan atau tertulis bagi yang melakukan pelanggaran ringan
b.Hukuman pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya membuat rangkuman buku tertentu, menterjemahkan tulisan berbahasa Inggris
c.Melaporkan secara tertulis kepada orang tua siswa tentang pelanggaran yang dilakukan putera-puterinya
d.Memanggil yang bersangkutan bersama orang tuanya agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi pelanggaran yang diperbuatnya
e.Melakukan skorsing kepada siswa apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran peraturan sekolah berkali-kali dan cukup berat
f.Mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah, misalnya yang bersangkutan tersangkut perkara pidana dan perdata yang dibuktikan oleh pengadilan.
Cara mengatasi siswa yang sering melakukan
pelanggaran berulang-ulang menurut Jono dalam website (http://Jono.ilmu.blogspot.com.)
adalah sebagai berikut:
a.Ketegasan sikap dari guru maupun orang tua
b.Ketegasan sikap
dilakukan dengan orang tua/guru tidak lagi memberikan toleransi kepada anak
atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya secara berulang-ulang
c.Ketegasan sikap ini
dikenakan saat mulai benar-benar menolak dan membantah dengan alasan yang
dibuat-buat
d.Ketegasan sikap yang
diperlukan adalah dengan memberikan sanksi yang telah disepakati dan siap
menerima konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukannya.